Aktivitas Enzim

Protein_ACE2_PDB_1r42

BAB I

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang

Enzim terlibat dalam banyak reaksi kimia dalam system pangan. Mereka bertindak sebagai katalis (senyawa yang dapat meningkatkan laju reaksi kimia tetapi tidak mengubah reaksi kimia tersebut) yang mendegradasi atau menyusun senyawa biomolekul. Setiap enzim sangat spesifik untuk setiap reaksi kimia. Semua enzim adalah protein yang mempunyai daerah khusus (sisi aktif) yang dapat berikatan dengan senyawa lain yang cocok untuk melakukan perubahan kimia. Senyawa kimia yang cocok tersebut disebut substrat, dan bentuk mereka komplementer terhadap sisi aktif enzim. Continue reading

Uji Kadar Air


  1. PENDAHULUAN

 

Air merupakan salah satu unsur penting dalam bahan makanan. Air berfungsi sebagai media yang mendorong terjadinya reaksi-reaksi kimia, air juga berperan langsung sebagai reaktan pada proses hidrlitik. Penghilangan air dari bahan makanan atau pengikat air dengan menggunakan gula atau garam tertentu akan memperlambat Continue reading

Kromatografi Kertas


  1. Pendahuluan

Kromatografi adalah suatu nama yang diberikan untuk teknik pemisahan tertentu. Cara yang asli telah diketengahkan pada tahun 1903 oleh TSWEET yang digunakan untuk pemisahan senyawa-senyawa yang berwarna, dan nama kromatografi diambil dari senyawa yang berwarna. Meskipun demikian pembatasan untuk senyawa-senyawa yang berwarna tak lama, dan sekarang hamper kebanyakan pemisahan secara kromatografi digunakan juga untuk senyawa-senyawa yang tak berwarna, termasuk gas Continue reading

Titrasi Asam Basa


  1. Pendahuluan

Uji kuantitatif yang dilakukan dengan mengukur jumlah zat yang bereaksi dengan analit dinamakan uji titrimetri. Bahan yang bereaksi dengan analit disebut titran atau larutan standard dan jumlahnya biasanya ditentukan dengan mengukur volume titran (dengan konsentrasi yang telah ditentukan) yang bereaksi sempurna dengan analit, sehimgga prosedur ini sering dinamakan titrasi volumetric. Continue reading

Analisis Gravimetri


  1. Pendahuluan

Dalam analisis gravimetric, analit dikonversikan menjadi zat tak larut (endapan) yang kemudian diisolasi dan ditimbang. Dengan mengetahui berat endapan dan komposisinya maka dapat dihitung jumlah analit. Proses penimbangan endapan lebih akurat jika menggunakan timbangan digital atau timbangan analitik. Continue reading